Yuk Intip 5 Kendala Bidan Saat Membantu Persalinan Di Masa Pandemi

Bidan Di Masa Pandemi ini

Di masa pandemi persalinan di klinik lebih banyak diminati daripada persalinan dengan bantuan dokter rumah sakit. Faktanya sebelum masa pandemi kebanyakan orang akan lebih memilih melakukan proses persalinan di rumah sakit dengan bantuan dokter spesialis kandung. Berbeda dengan saat ini karena sebagian orang takut untuk datang ke rumah sakit sehingga melakukan persalinan di klinik. Yuk intip apa saja kendala Bidan saat membantu persalinan di masa pandemi.

Kendala Yang Dialami Saat Membantu Persalinan Di Tengah Pandemi

1. Belum Tersosialisasi Pelayanan Persalinan Sesuai Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi

Terjadi di beberapa klinik di Indonesia tenaga medis yang membantu persalinan belum mendapatkan sosialisasi terkait protokol kesehatan saat membantu persalinan. Terlebih hal ini kerap kali terjadi di daerah-daerah yang jauh dari akses internet. Pasalnya di masa pandemi masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan perkumpulan sehingga membuat sosialisasi ini terhambat.

Bidan Di Masa Pandemi persalinan

2. Tingkat Kecemasan Masyarakat Cukup Tinggi

Di masa pandemi tingkat kecemasan masyarakat terhadap covid-19 sangatlah tinggi, terlebih pada ibu hamil tingkat kecemasannya akan lebih tinggi. Pasalnya ibu hamil cenderung memiliki emosional yang tidak stabil sehingga mudah sedih dan khawatir. Dengan tingkat kecemasan ibu hamil yang tinggi membuat para ibu hamil yang membutuhkan persalinan khusu yang harus dilakukan di Rumah sakit terlalu takut untuk pergi kesana.

Meski sebenarnya berapa ibu hamil membutuhkan alat persalinan yang hanya ada di rumah sakit. Tetapi ketika diberi rujukan untuk datang atau melakukan persalinan di rumah sakit sebagian besar akan menolak. Karena rumah sakit sangat identik sebagai tempat isolasi penderita covid-19. Padahal tentunya pihak rumah sakit sendiri telah menyiapkan tempat khusus untuk persalinan ibu yang steril dari virus satu ini.

3. Tempat Yang Tidak Mumpuni

Karena melonjaknya pasien ibu hamil di klinik membuat tempat persalinan menjadi sangat padat. Meski telah dibatasi jumlah orang yang masuk tidak menutup kemungkinan terjadi dua hingga tiga persalinan dalam satu waktu hal ini membuat klinik atau tempat persalinan menjadi sangat padat bahkan tak jarang kekurangan tempat tidur bagi ibu hamil. Hingga saat ini kendala satu ini masih belum menemukan solusi pemecahannya.

4. Minimnya Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Medis

Tentunya saat ibu hamil memutuskan persalinan dilakukan di klinik dengan bantuan Bidan akan membutuhkan banyak APD untuk tenaga medis yang membantu. Namun saat ini APD bagi tenaga medis yang membantu persalinan sangat minim. Hal ini dikarenakan tidak tersalurnya bantuan APD pada klinik-klinik kecil di pinggiran kota sehingga saat melakukan persalinan masih banyak tenaga medis yang menggunakan APD ala kadarnya.

Bidan Di Masa Pandemi

5. Baby Blues

Baby blues merupakan gangguan suasana hati pada seorang ibu yang dialami setelah persalinan. Dimana kondisi satu ini menyebabkan ibu sedih dan tak jarang khawatir berlebihan hal ini tentunya dapat membuat ibu akan takut melakukan persalinan meski waktu persalinan telah ditentukan. Terdapat kekhawatiran yang tinggi apabila anaknya telah lahir seperti akan terjangkitnya anaknya dengan virus covid-19.

Sehingga saat memasuki ruang persalinan sebagian dari mereka akan menangis tersedu-sedu bahkan tak jarang menolak tindakan tenaga medis. Hal ini merupakan kendala terberat yang dialami tenaga medis karena membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membujuk ibu. Agar suasana hatinya tenang saat persalinan sehingga mempermudah tenaga medis melakukan tindakan.

Kendala diatas merupakan beberapa kendala yang dialami tenaga medis yang membantu persalinan di klinik. Selain kendala tersebut masih banyak kendala lain yang dialami para tenaga medis namun kendala tersebut merupakan kendala terberat yang pernah dialami. Menjadi seorang tenaga medis saat ini tentunya merupakan profesi yang memiliki tingkat resiko y6ang cukup tinggi. Namun demi tugas mulia mereka tetap rela membantu persalinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *