Pentingnya Mengetahui Bayi Alergi Beserta Pemicunya

Alergi adalah hal meresahkan, terutama jika terjadi pada bayi. Seperti kejadian yang dialami oleh seorang ibu yang langsung panik saat mendapati bayinya dipenuhi ruam di wajah. Terlebih lagi, bayi tersebut masih berusia dua bulan. Tidak hanya di wajah, terdapat ruam di lekukan siku. Tidak butuh waktu lama, sang ibu langsung membawa bayinya ke dokter. Setelah diperiksa, ternyata si bayi alergi terhadap makanan. Mendengar bahwa bayinya mengalami alergi makanan, sang ibu sempat terheran-heran lantaran makanan yang dikonsumsi bayi hanyalah asi saja. Menurut penjelasan dokter, bisa-bisa saja bayi yang hanya mengkonsumsi asi alergi makanan tertentu. Hal ini karena kandungan makanan yang dikonsumsi ibu terserap dalam asi. Sehingga, secara tidak langsung makanan yang dikonsumsi ibu bisa mengaktifkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, ibu harus menjaga makanan yang dikonsumsinya selama menyusui.
Pada kasus bayi dua bulan tersebut, akhirnya dokter menyarakan agar bayi menjalani tes alergi. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kandungan dalam makanan apa saja yang dapat memicu alergi pada bayi. Setelah melewati serangkaian tes terhadap alergi yang terdapat pada kulitnya, bayi tersebut diketahui alergi pada makanan yang mengandung telur baik kuning maupun putih telur. Selain telur, bayi tersebut juga alergi terhadap makanan hasil laut, semua makanan dari kedelai, serta susu sapi. Menurut dokter, alergi yang dialami bayi berusia dua bulan itu bisa membaik ketika usia beranjak tujuh tahun. Banyak anak yang mengalami alergi dan sembuh dengan sendirinya pada usia tujuh tahun. Ada pula yang alergi baru muncul saat anak menginjak usia tujuh.
Untuk mengantisipasi dan mengetahui alergi bayi, ibu bisa memperhatikan dengan seksama reaksi tubuh bayi terutama setelah ibu mengkonsumsi makanan tertentu. Umumnya, alergi ditandai dengan munculnya ruam dan bentol pada kulit. Jika dilihat sekilas hal ini mirip dengan penyakit kulit bernama eksim. Selain ruam dan bentol, gejala lain bayi alergi adalah diare dan sering kentut. Jika dibiarkan, bayi bisa rewel, sulit tidur, dan sering mengangkat kaki ke atas karena terdapat rasa nyaman pada bagian perut. Jika sudah begitu, ibu patut curiga bahwa bayi alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu. Berikut ini sedikit tips untuk mengetahui alergi makanan apa saja yang kemungkinan terjadi pada bayi.
1.Riwayat dalam Keluarga
Cara termudah untuk mengetahui bayi alergi adalah mengecek riwayat alergi dalam keluarga, terutama ayah dan ibu. Jika salah satu orang tua alergi terhadap makanan tertentu, besar kemungkinan alergi tersebut akan diturunkan pada bayi. Resiko bayi memiliki alergi jika salah satu orang tua memilikinya adalah sebesar 30%. Jika kedua orang tua memiliki alergi yang sama maka resiko bayi meningkat menjadi 60-70%.
2.Pemicu Alergi
Cara selanjutnya adalah mengetahui pemicu alergi. Misal, jika ibu memang sering terpapar sesuatu yang memiliki sifat alergen saat hamil, kemungkinan besar bayi akan mengalami alergi yang sama. Oleh karena itu, ibu sebaiknya selalu menjaga asupan makanan sejak mengandung.
Sekarang, anda sudah mengetahui langkah tepat yang harus dilakukan jika bayi mengalami alergi. Selain itu, anda juga mengetahui tips simpel mengecek alergi pada bayi. Yang terpenting saat alergi bayi kambuh, anda tidak perlu panik. Segera priksa ke dokter terdekat agar bayi mendapat penanganan yang tepat. Dengan begitu, diharapkan alergi pada bayi segera berkurang dan tidak kambuh-kambuh lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *