Berikut Standar Alat Pelindung Diri Untuk Perawat Pasien Corona

Terjunkan Relawan Medis dan Perawat

Paramedis dan tenaga rumah sakit adalah kelompok masyarakat yang memiliki resiko paling tinggi terkena infeksi virus corona karena paling sering melakukan kontak fisik dengan pasien. Oleh karena itu, diperlukan alat perlindungan diri yang sesuai dengan standar bagi perawat untuk melindungi diri dan pasien lainnya. APD yang digunakan harus dapat melindungi tubuh tenaga medis harus ringan agar tidak membatasi ruang gerak paramedis dan sangat kuat.

Standar Alat Pelindung Diri Untuk Merawat Pasien Corona

1. Masker

Masker menjadi salah satu alat pelindung diri yang wajib digunakan untuk mengurangi potensi tertularnya virus corona melalui hidung ataupun mata tenaga medis. Tenaga medis tidak direkomendasikan untuk menggunakan masker kain biasa. Karena masker kain biasa masih dapat menyerap 40 hingga 90 persen partikel yang bisa membahayakan paramedis. Namun jika dalam kondisi terdesak, masker kain biasa boleh digunakan oleh tenaga medis dengan beberapa catatan.

Perawat Pasien Corona

Masker yang direkomendasikan untuk paramedis, adalah masker yang memiliki daya serap tinggi terhadap partikel-partikel yang membahayakan. Paling tidak, masker yang digunakan seperti masker bedah yang terdiri dari tiga lapis. Lapisan pertama merupakan lapisan kedap air, lapisan kedua adalah filter densitas tinggi, dan terakhir lapisan dalam berfungsi sebagai penyerap cairan dari pemakainya. Masker lainnya yang direkomendasikan adalah masker N95 dan masker respirator.

2. Gaun dan Penutup Kepala Medis

Gaun medis berguna untuk melindungi bagian tubuh yakni lengan, dan area tubuh terlihat lainnya dari virus corona. Terdapat beberapa gaun medis yang direkomendasikan untuk tenaga perawat. Beberapa diantaranya adalah gaun non steril yang biasa digunakan untuk melakukan pengobatan pasien yang diduga covid-19. Selanjutnya, ada gaun coverall yang memberikan perlindungan untuk menutupi seluruh tubuh, bahkan untuk tungkai bawah, kepala dan kaki.

Sedangkan pada bagian penutup kepala medis yang disarankan adalah penutup yang dapat mengcover bagian kepala dan leher. Penutup kepala yang digunakan haruslah bersifat sekali pakai, tahan terhadap cairan dan tidak mengganggu ruang gerak paramedis. Tujuan penutup kepala ini untuk melindungi kulit kepala, leher dan rambut dari kemungkinan terkontaminasi virus corona dari pasien yang dirawat. Jenis masker yang disarankan adalah skull cap dan bouffant cap.

3. Sepatu Boot Pelindung

Seluruh petugas kesehatan harus juga disarankan untuk menggunakan sepatu boot berbahan karet sebagai alat pelindung diri. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan optimal pada bagian kaki ketika lantai sedang basah dan melindungi paramedis dari cedera yang mungkin terjadi di ruang rawat. Selain itu, pemilihan sepatu boot juga memudahkan pemakainya untuk membersihkan sepatunya dengan air maupun desinfektan agar steril.

Perawat Pasien Corona ini

Rekomendasi sepatu boot yang sesuai standar dalam merawat pasien corona adalah sepatu boot yang nonslip, dan memiliki sol PVC yang tersegel sepenuhnya. Ukuran sepatu boot harus lebih tinggi dari ukuran bawah gaun medis untuk benar-benar menutupi seluruh bagian kaki. Namun pada keadaan tertentu dimana tidak ditemukan sepatu boot, petugas dapat menggunakan sepatu slip on tanpa tali yang dapat mengcover seluruh bagian kaki hingga pergelangan kaki.

Penyesuaian Alat Perlindungan Diri (APD) sesuai dengan standar yang dianjurkan akan memudahkan paramedis untuk melakukan pengobatan pada pasien corona. Sebagai garda terdepan yang melakukan kontak fisik dengan intensitas tinggi dengan pasien, APD ini berfungsi sebagai perlindungan dasar. Dengan begitu, seluruh tenaga medis wajib mengenakan masker, gaun medis, sepatu bot dan alat perlindungan tambahan lainnya sesuai dengan standar yang ditentukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *