5 Fakta Mencengangkan Bocah Obesitas Arya Permana

Obesitas adalah salah satu penyakit kelainan berat badan atau meningkatnya berat badan secara tidak wajar. Obesitas dapat menyerang anak-anak. Biasanya anak yang terkena obesitas adalah anak dengan pola makan yang kurang seimbang dan cenderung kurang sehat. Terlalu banyak mengkonsumsi gula menjadi salah satu penyebab obesitas. Arya Permana, seorang anak usia 10 yang mengalami obesitas hingga 190 kg. Bocah ini juga terpaksa harus berhenti sekolah karena tidak kuat untuk berjalan. Kini Arya harus berjuang mati-matian untuk dapat menurunkan berat badannya agar dapat melakukan aktivitas seperti anak normal di usianya.
Kabar mengenai anak ini juga membuat dinas sosial di daerahnya ikut terpanggil untuk memberikan bantuan dan arahan. Di bawah bombingan dan pengawasan dinas tersebut, Arya kini menjalani latihan dan pola makan teratur dan sehat agar berat badannya dapat turun. Inilah 5 fakta terbaru tentang Arya Permana sekarang ini.
1.Tahun 2016 tidak dapat berjalan karena tidak kuat menopang berat badannya
Pada tahun 2016 bobot Arya adalah 190 kg. hal ini membuat dia tak dapat lagi berjalan dan melakukan aktivitas normal. Kondisi dari Arya sendiri sangat memprihatinkan karena hanya dapat terbaring di atas kasur. Kondisi yang sangat buruk membuat banyak pihak mulai prihatin dan memberikan perhatian terhadap Arya. Pemerintah setempat serta dinas dan juga para dokter spesialis juga ikut turut membantu dalam membuat program diet untuk Arya.
2.Sering mengkonsumsi minuman bersoda
Diketahui dari keterangan keluarga, Arya memang sering mengkonsumsi puluhan botol minuman soda kemasan per harinya. Hal ini yang menjadi alasan utama meningkatnya berat badan Arya hingga ke batas tidak wajar. Pola makan yang kurang sehat dan tidak teratur juga menjadi salah satu penyebab obesitas yang dialami oleh bocah tersebut. Kandungan gula dan lemak jenuh yang terdapat pada minuman kemasan akan sulit dicerna oleh tubuh. Jika dibiarkan menumpuk berlarut-larut maka akan terjadi penumpukan lemak dan akan menyebabkan obesitas.
3.Telah menjalani beberapa operasi pengecilan lambung
Arya sampai saat ini telah menjalani beberapa operasi untuk mengecilkan lambung. Setelah menjalani operasi tersebut ia mengaku lebih mudah kenyang dan juga dapat makan secara normal. Operasi pengecilan lambung sendiri dalam dunia medis disebut juga operasi bariatrik. Operasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu Gastric bypass, Sleeve gastrectomy, dan Biliopancreatic diversion with duodenal swatch (BPD/DS). Gastric bypass dilakukan dengan mengecilkan kapasitas lambung sehingga lambung akan cepat terisi dan cepat penuh. Hal ini dapat mengakibatkan kita lebih mudah kenyang dan juga akan menurunkan kuantitas makan kita.
Sleeve gastrenomy dilakukan dengan memotong hingga 80 % bagian lambung sehingga lambung akan semakin kecil. Hal ini dilakukan agar daya tampung lambung menjadi berkurang secara drastis. Operasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan obesitas yang parah. Selanjutnya adalah BPD/DS, operasi ini adalah yang paling rumit karena melibatkan prosedur modifikasi sistem pencernaan. Hal ini dilakukan agar nutrisi yang terserap pada tubuh dapat diserap maksimal sehingga mengurangi kalori yang dihasilkan oleh makanan.
4.Ade Rai sebagai support sistem
Ade Rai merupakan binaragawan yang terkenal di Indonesia. Dia juga ingin membantu Arya agar dapat menurunkan berat badannya. Ade Rai langsung melatih dan mendampingi Arya ketika sedang melakukan olahraga dan juga dengan dibantu tim dokter. Ade Rai terlibat secara langsung untuk program penurunan berat badan Arya.
5.Berat badan menjadi 81 kg
Dengan latihan dan program yang telah dijalani sekarang Arya sudah menjadi kecil dan berat badannya turun drastis yang dulunya mencapai 190 kg sekarang sudah menjadi 81 kg. Hasil ini menjadikan program yag telah direncanakan menjadi sukses dan Arya kini juga dapat menjalani aktivitasnya secara normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *